Tiga pemikiran dari Wembley tentang kemenangan 2-1 Inggris atas Nigeria

LONDON – Tiga pemikiran dari Wembley mengenai kemenangan 2-1 Inggris atas Nigeria dalam kompetisi persahabatan internasional pra-Piala Dunia. 1. Inggris tunda Nigeria, pertanyaan tetap Persahabatan pretornament Inggris seringkali bisa mendatangkan keinginan palsu saat beberapa hal betul-betul perlu. Satu tahun lebih waktu lalu pasukan Roy Hodgson datang dari 2-0 untuk menaklukkan Jerman 3-2 di Berlin, serta itu tergoda untuk berfikir mengenai keberhasilan apa yang dapat mereka raih di Prancis. Sebagian bln. lalu, mereka dihina oleh Islandia serta pulang ke tempat tinggal, semuanya keinginan hilang. Dengan hal tersebut, Anda mungkin saja tidaklah perlu sangat banyak membaca kemenangan 2-1 mereka atas Nigeria di Wembley. Namun untuk paruh pertama serta kilatan ke-2, Anda bisa dengan gampang memberikan keyakinan sendiri kalau ada cukup potensi di tim Gareth Southgate untuk buat efek riil di Rusia. Gol-gol dari Gary Cahill serta Harry Kane – mencatat rekor cetak golnya di tiap-tiap kompetisi yang ia kapten Inggris – telah cukup walau tanggapan sesi ke-2 dari Alex Iwobi, karna kompetisi persiapan ke-2 dari Inggris jalan seperti yang dapat diinginkan. Inggris memimpin pada menit ke-7, Cahill naik diatas pertahanan Nigeria dari pojok Kieran Trippier yang mengungguli, berotot sundulan ke sudut atas dari sekitaran 10 mtr. keluar.

Serta untuk semua sesi pertama Inggris terlihat mengesankan dalam serangan, kuartet menyerang Raheem Sterling, Kane, Dele Alli serta Jesse Lingard memadukan dengan rapi serta cepat untuk memotong pertahanan Nigeria cukup banyak kapan juga mereka sukai. Memimpin 2 x lipat tidak lama sebelumnya istirahat, saat Sterling menyisipkan celah ke Kane di pinggir kotak. Kane menembak dengan kemampuan namun lebih kurang lurus ke arah Francis Uzoho di gawang Nigeria, yang kelihatannya salah menyelam serta membiarkan bola melambung dari lututnya. Nigeria keluar dari paruh saat yang tampak seperti tim yang berlainan, serta mereka menarik kembali gol sesudah cuma dua menit : Odion Ighalo menembak ke arah tiang gawang, itu rebound segera ke Alex Iwobi serta pria Arsenal itu menyisipkan usahanya ke sudut. Raheem Sterling, seseorang pria yang sudah menggunakan beberapa besar minggu ini di halaman depan surat berita berbahasa Inggris, lalu berikan orang suatu hal untuk betul-betul serta terasa terganggu. Lewat pada maksud, ia menggeser bola melalui Uzoho namun lalu selekasnya jatuh ke tanah, memperoleh pemesanan untuk menyelam terang-terangan. skornya bagus kalau dia tetaplah berdiri, bahkan juga bila sudutnya sempit. Namun sesudah satu mantra terpadu dari pro-kontra yang di produksi dengan luas, yaitu tidak bijaksana, untuk sekurang-kurangnya, untuk betul-betul memberi beberapa pengkritiknya suatu hal untuk dikeluhkan.

Artikel Terkait :  Jose Mourinho : Ini Adalah Musim Terakhir Ibra di United!

Sisa dari permainan tenggelam dalam pergantian substitusi. Selanjutnya, ini yaitu tampilan yang menghidupkan serta menjawab sebagian pertanyaan untuk Southgate untuk direnungkan. 2. Pengeluaran jelek Sterling memberikan bahan bakar ke api media Di tengahnya kritik Sterling yang seringkali histeris serta terkadang dibenarkan, gampang untuk melupakan apa yang sesungguhnya perlu, yakni bagaimana dia bermain di lapangan. Sterling cetak 23 gol untuk Manchester City musim kemarin, nyaman dengan kampanye terbaiknya serta penghitungan yang menyumbang sedikit lebih dari sepertiga dari maksud kariernya. Keyakinan serta tuntunan Pep Guardiola sudah merubahnya jadi seseorang pemburu yang pakar, Sterling berulang-kali datang pada saat yang pas untuk merampungkan demikian banyak pergerakan cepat yang bikin pusing City. Tapi ini narasi yang berlainan untuk Inggris. Ini yaitu tampilan ke-38 untuk tim nasional, serta dia cuma cetak dua gol. Yang paling akhir yaitu pada Oktober 2015, melawan Estonia di kwalifikasi Euro 2016. Ada peringatan yang pasti kalau dia tidak selamanya bermain di tempat favoritnya, serta cetak gol penuh kebencian saat Kevin De Bruyne serta David Silva memberi bola kunci tambah lebih gampang dari pada waktu, baik, cukup banyak orang yang lain. Namun dalam teori Sterling semestinya jadi ancaman maksud paling besar ke-2 Inggris, di belakang Harry Kane.

Dalam permainan ini ia buang sebagian kesempatan cetak gol yang begitu rapi, tidak kecuali yang dibuangnya dengan menyelam. Selanjutnya semuanya juga akan dimaafkan bila Sterling membawa beberapa dari bentuk klubnya ke tim Inggris. Sekarang ini, dia tidak lakukan itu. 3. Serangan empat orang mengesankan namun tidak praktis Dua hal cukup terang dari tampilan Inggris ini. Pertama, ini yaitu formasi yang berani serta positif yang diambil oleh Southgate, kuartet menyerang yang memadukan dengan kelicinan yang menurut Anda juga akan mereka mainkan sepanjang bertahun-tahun. Ke-2, tak ada langkah Inggris bisa memainkan system ini pada siapa juga yang pintar di Piala Dunia. Pada tim yang lebih mungkin saja membela serta mendasarkan gagasan permainan mereka di sekitaran ” susah ditaklukkan, ” agresi seperti ini juga akan pas, bahkan juga mungkin saja dibutuhkan. Kecepatan di mana empat dari mereka melalui bola dapat jadi langkah untuk memecah pertahanan dikemas, serta buat pertemuan-pertemuan itu tambah lebih sedikit masalah frustasi. Namun ketika yang sama mereka membuka kekurangan Inggris di belakang. Eric Dier mungkin saja tidak asal-asalan dalam kepemilikan karna ia terkadang disini di tiap-tiap game, namun minimnya perlindungan yang ia siapkan untuk lini belakang tiga juga akan digunakan oleh serangan yang bebrapa 1/2. Wallgate beberapa terang mengambil keputusan untuk memainkan system pertahanan ini, serta ada sebagian argumen logis yang prima karenanya, namun tetaplah adalah pekerjaan tengah berjalan.

Artikel Terkait :  Skuad Piala Dunia sementara Australia termasuk Tim Cahill

Dua dari beberapa orang yang mulai disini (serta yang mungkin saja juga akan mulai Piala Dunia) tidak punya kebiasaan bermain di system, sesaat yang ke-3 – Cahill – menggunakan jumlah yang layak pada musim ini di bangku cadangan Chelsea. Cahill sendiri tidak menolong. Dia mulai permainan dengan tampilan yang cukup nyaman, serta mencapai gawangnya dengan begitu baik, namun sesudah sedikit perubahan formasi oleh Nigeria serta serangan yang lebih meneror di sesi ke-2, dia gelisah serta tidak percaya – walau dengan mengagetkan dikatakan sebagai man of the match. Apa pun formasi yang diambil Southgate, Cahill mesti lebih solid dari pada yang dia perlihatkan disini. Itu layak uji coba di satu diantara cuma dua persahabatan yang dipunyai Inggris sebelumnya kompetisi pembuka mereka di Rusia melawan Tunisia, namun bukti yang dihidangkan oleh percobaan tunjukkan Southgate tidak dapat mengulanginya melawan, katakanlah, saingan group Belgia.

Baca Juga : Bandar Judi BolaAgen Judi BolaBandar Judi BolaSitus Bandar Judi BolaBandar Judi Bola TerbaruTaruhan Bandar Judi BolaAgen Bandar Judi BolaBandar Judi BolaBandar Judi BolaBandar Judi BolaSitus Bandar Judi BolaBandar Judi Bola TerbaikBandar Judi Bola Android

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Casino | Bandar Bola | Judi Online All Rights Reserved. Frontier Theme